Nama:  heri kurniawan

Kelas:  1EB12

NPM:  23210252

mengapa kita harus berbisnis ?

Di dalam suatu kehidupan banyak diantara kita yang ingin belajar dan mengenal tentang bisnis? Bisnis di dalam kehidupan modern seperti sekarang ini sangat kompleks dan beragam  dunia bisnis adalah dunia permainan mengapa saya mengatakan dunia permainan karena bisnis kadang menguntungkan kita tapi kadang juga membuat kita rugi. Untuk dapat mempelajari tentang bisnis kita bisa  mempelajari tentang sistem perdagangan bebas, bagaimana perubahan lingkungan mempengaruhi bisnis, dan keterampilan-keterampilan yang diperlukan agar bisnis kita berhasil.  Dengan konsep tersebut kita lebih bisa memahami dan menekan setiap pemikiran ,dan ide kita untuk memajukan suatu bisnis serta kita mempunyai wawasan dan ide kreatif yang kita bisa tuangkan dalam berbisnis sehingga bisnis kita menjadi sukses dan maju .

 

untuk mempelajari sebuah bisnis ada 5 alasan yang saya tuangkan dalam pemikiran dan konsep ini yaitu:

 

1)      Adanya saling ketergantungan baik secara individual maupun kelompok.Tidak masalah bagaimana bebasnya kita dalam berbisnis jika pada zaman dahulu terkenal dengan istilah barter dalam memenuhi kebutuhan lain halnya dengan zaman sekarang menggunakan uang.Kita makan nasi dari padi yang diproduksi petani, kita naik kendaraan yang di buat oleh suatu pabrik, dan membeli bahan bakar di pom bensin, kita ke kantor atau sekolah yang dibangun oleh para tukang batu, tukang besi, tukang kayu, dan sebagainnya.  Kita melihat siaran televisi yang diproduksi oleh negara-negara lain, memakai baju buatan tukang jahit, atau bahkan produksi luar negeri, dan lain sebagainya.  Saling ketergantungan ini semakin meningkat seiring dengan semakin beragamnya kebutuhan dan keinginan manusia dimana sumberdaya yang terbatas sedangkan alat pemuas kebutuhan yang tidak terbatas.

2)      Adanya peluang internasional.  Meningkatnya globalisasi di dalam dunia bisnis telah membuka peluang bisnis, di era baru dunia bisnis di dalam pasar internasional memerlukan pemimpin bisnis yang tahu bagaimana memulai, mengoperasikan, mengelola dan melanjutkan usahanya.  Negoisasi bisnis, joint venture antara perusahaan-perusahaan negara-negara yang berbeda, perjalanan melewati batas negara, investasi antarbatas geogarafik, dan bekerja di perusahaan asing akan menjadi suatu hal yang biasa.  Untuk ini kita perlu memahami fungsi-fungsi bisnis.

3)      Usaha untuk mempertahankan dan meningkatkan standar hidup. Alasan lain yang mempelajari bisnis adalah mempertahankan cara hidup kita.  Yang dimaksud dengan standar hidup adalah suatu ukuran tentang seberapa baik seseorang atau keluarga dapat memuaskan kebutuhan dan keinginannya dengan barang dan jasa.  Jadi, standar hidup menunjukan jumlah barang dan jasa yang dipandang rata-rata sebuah keluaraga atau individu sebagai suatu kebutuhan.  Perkembangan teknologi dan kemampuan suatu perusahaan mengantisipasi kebutuhan manusia di antaranya juga mampu mengubah standar hidup seseorang.  Dahulu telepon bukanlah sesuatu yang penting sebagai alat komunikasi, namun sekarang sebagian besar orang menggunakannya sebagai alat komunikasi utama.

4)      Adanya perubahan. bisnis bersifat dinamis, selalu berubah.  Mengikuti hal-hal yang dapat diperkirakan maupun yang tidak dapat diperkirakan dapat lebih mudah, lebih efesien, dan dapat mengurangi traumatik jika kita memahami bisnis.  Harga naik atau turun, bertambahnya produk, kebutuhan yang berubah, jasa-jasa diciptakan untuk memenuhi kebutuhan, penegsahan hukum, dan kejadian-kejadian lain yang tidak terduga merupakan bagian dari sitem bisnis yang dinamis.

5)      Mencegah kesalahpahaman. Memahami bisnis juga akan mencegah kesalahpahaman, kesalahan informasi, dan ketidakakuratan data yang kita terima sebagai sesuatu yang benar.  Dengan demikian, akan membantu kita untuk memisahkan fakta dari fiksi dalam isu-isu bisnis yang global seperti sekarang ini.

memulai bisnis itu harus benar –benar siap terjun bebas ,di mana jika kita berhasil kita akan menjadi oarang yang sukses dan bermartabat serta di segani orang ,jika kita gagal kita akan mengalami suatu kemuduran pikiran dan akan takut lagi memulainya dari awal.keuntungan memulai bisnis antara lain memperkaya pengalaman, membuat lebih kreatif, ulet, tahan banting, dan bertanggung jawab Disamping itu kita juga dapat membuka lapangan kerja baru buat orang lain dan memperoleh tambahan penghasilan yang biasa saja jauh lebih besar dari pada gaji ketika kita bekerja sebagai karyawan. Lalu bagaimana “start point” untuk mewujudkan dan memulai bisnis?

Memulai sebuah bisnis harus memiliki wawasan dan pemikiran yang kreatif berikut tips agar bisnis kita maju yaitu:

1. Lakukan hal yang dicintai.

Keberhasilan tergantung dengan seberapa besar Anda mencurahkan hati terhadap bisnis tersebut. Hasrat yang besar karena Anda mencintai apa yang Anda lakukan akan menjadikan Anda seorang yang ahli dan gigih.

2. Dari kehidupan sehari-hari

Ada banyak pengusaha mendulang keuntungan dengan menjual hal-hal yang sepele yang kita temukan sehari-hari. Hal-hal yang sebenarnya penting namun orang malas untuk melakukannya. Buatlah bisnis yang pelanggan/pembeli malas melakukannya, atau tidak punya waktu untuk itu. Misalnya bisnis menywakan tanaman untuk pertemuan atau acara-acara kawinan.

4. Ahli dalam suatu bidang

Usahakan menguasai dalam suatu bidang tertentu misalnya ahli dalam berbahasa Inggris atau merangkai bunga, Anda dapat membgi ilmu tersebut sekaligus memperoleh keuntungan dari sana. Anda bisa membuka tempat kursus atau sebagainya meski hanya di rumah.

5. Membeli hak jual

Anda Bisa membeli hak jual prduk dari suatu perusahaan, apabila Anda tidak tahu apa yang harus dijual. Produk itu bisa berupa makanan atau barang. Pemberi ak jual biasanya memberikan keleluasaan untuk mengatur jumlah modal Anda sendiri.

6. Segera mulai

Jangan mengulur waktu untk membuka bisnis anda. Mengulur waktu bisa membuat semuanya urung terealisasi akibat faktor mood. Segera bergerak ketika Anda sudah tahu akan menjual suatu produk dan beri nama yang khas agar konsumen mudah mengingatnya.

7. Tes market

Anda dapat melakukan riset market dngan cara mengamati perubahan gaya hidup, daya beli konsumen, dan selera konsumen sebelum membuka bisnis baru. Siapa tahu Anda justru bis menjdi pencipta trend. Ketika pasar sudah menerima produk kita, pertahankan kualitasnya. Hasil yang akan dipasarkan pertama kali menjadi poin penting yang akan dinilai oleh pasar. Selanjutnya, tetap pertahankan dan tingkatkan kualitas produk Anda di kemudian hari.

Percayalah, kamu tidak akan pernah tahu jika kamu tidak pernah mencoba. Jangan takut untuk mulai membuka usaha, saya yakin jika kamu teguh dalam menjalankan usaha baru kamu maka kamu akan mendapatkan hasil yang setimpal dengan apa yang telah kamu dapatkan.

 

 

Pengertian Bisnis dan Ekonomi

 

Binis adalah pertukaran barang jasa atau  uang yang saling menguntungkan atau memberikan manfaat.  Sedangkan menurut arti dasarnya bisnis memiliki makna sebagai the buying and selling of goods and service. Sedangkan perusahaan bisnis adalah suatu organisasi yang terlibat dalam pertukaran barang jasa atau uang untuk menghasilkan keuntungan.

Dahulu bisnis dilakukan dengan cara barter yaitu pertukaran barang tanpa menggunakan uang.  Jika seseorang membutuhkan sepatu maka ia dapat menukarnya dengan orang  yang membutuhkan jagung misalnya.  Namun kemudian disadari banyaknya kendala seperti perbedaan kebutuhan antarorang yang memiliki kebutuan perbedaan nilai barang yang akan dipertukarkan dan sebagainya.  Hal ini kemudian menjadi lebih mudah setelah ada alat untuk saling melakukan pertukaran, yaitu uang.

Untuk memahami bisnis lebih lanjut, maka perlulah untuk memahami ilmu ekonomi, karena ekonomi merupakan dasar dari kegiatan bisnis.  ilmu ekonomi merupkan suatu studi tentang perilaku orang dan masyarakat dalam memilih cara menggunakan sumber daya yang langka dan memiliki beberapa alternatif penggunaan, dalam rangka memproduksi berbagai komoditi ( barang dan jasa ), untuk kemudian mendistribusikannya-baik saat ini maupun di masa yang akan datang – kepada berbagai individu dan kelompok yang ada di dalam suatu masyarakat.  Dengan demikian ekonomi  berkaitan dengan sumber daya, barang dan jasa, serta alokasi sumber daya dan komoditi.

Sumber daya dapat dibedakan menjadi tiga bagian:

  • Sumber daya alam
  • Kapital
  • Tenaga  kerja

 

Sumber daya alam disediakan oleh alam dalam jumlah yang terbatas seperti minyak mentah, gas alam, kayu, mineral, dan air.  Sumber daya alam ini harus diproses terlebih dahulu menjadi produk  atau digunakan untuk memproduksi baranng dan jasa lainnya.  Misalnya pohon-pohon kayu di hutan harus diproses terlebih dahulu sebelum digunakan unuk membuat rumah, kapal, dan sebagainya.

Sumber daya manusia ( tenaga kerja ) menunjukan kemampuan manusia.  Agar sumber daya manusia bernilai, setiap individu hharus  dilatih untuk melakukan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan maupun semi keterampilan ( semi – skilled ).  Misalnya : sekalipun hanya berupa pelatihan  minimal tetapi tetap diperlukan untuk mengoperasikan sebuah pompa bensin ( baik manual ataupun komputer ).  Tanpa sumber daya manusia, tidak mungkin penggunaan baik sumber daya alam maupun modal akan produktif.

Sumber daya digunakan untuk menghasilkan barang-barang  dan jasa yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia.  Keinginan merupakan sesuatu yang ingin dimiliki manusia, tetapi tidak secara absolut dibutuhkan untuk kelangsungan hidup manusia.  Makanan, pakaian, dan rumah merupakan kebutuhan, sedangkan VCD/DVD player, radio kaset, pakaian bermerek termasuk keinginan.  Keinginan mannusia ini sifatnya tidak terbatas, sekali dipuaskan akan muncul keinginan yang lain. Mengingat bahwa manusia memiliki kebutuhan dan hampir sederet keinnginan yang tidak terbatas, tidaklah mungkin selalu memuaskan semua kebutuhan dan keinginan manusia tersebut.  Oleh karena itu, produksi barang dan jasa selalu dihasilkan guna memenuhi keinginan manusia tersebut.

Semua negara menghadapi masalah ekonomi klasik, yaitu langkanya sumber daya dan tidak terbatasnya keinginan.  Oleh karena kita hidup dalam dunia yang jumlah semua sumber daya terbatas, maka kita harus memmbuat pilhan bagaimana sumber daya yang langka tersebut akan digunakan.

Dalam suatu pola distribusi yang ideal dalam suatu ekonomi bebas, bisnis menghasilkan profit dan pelanggan dipuaskan dengan barang dan jasa.  Jadi pertukaran memberikan manfaat yang saling menguntungkan ( mutual benefit ).  Saat barang dan jasa sampai ke konsumen yang membutuhkan atau meniginkannya dan kepuasan yang saling menguntungkan terjadi, maka sumber daya dan produk telah teralokasi dengan baik.  Dengan demikian, alokasi merupakan proses pemilihan bagaimana sumber daya yang digunakan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen termasuk pendistribusian produk ke konsumen.

Dari uraian di muka, maka ekonomi menggambarkan adanya fungsi sosial pada masyarakat, yang tertuju pada tercapainya kondisi kesejahteraan fisik, yaitu dengan memanfaatkan sumber daya dan fasilitas yang ada pada masyarakat, fungsi ini juga dirumuskan sebagai the utilization of resources and facilities for systems adaptive purposes. Jadi, masyarakat sebagai sistem sosial menunjukan salah satu fungsi mendasar guna mengatur penyelarasan dan keselarasan masyarakat itu dengan lingkungannya, antara lain dengan cara memanfaatkan berbagai sumber daya dan sarana yang dikuasainya

Dunia bisnis sendiri memiliki kendala-kendala tertentu, dan juga menunjukkan karakteristik yang khas.  Kenyataan ini, sebenarnya sudah cukup untuk membuat orang harus memikirkan kembali mengenai usaha dan langkah-langkah, yang sampai sekarang cenderung dilakukan dalam dunia bisnis.

Fungsi masyarakat kedua yang berkaitan pula dengan dunia bisnis ialah fungsi politik.  Fungsi ini terutama bersangkutan dengan proses-proses sosial untuk mencapai tujuan-tujuan masyarakat atau yang dikenal juga dengan goal-attainment processess.  Dalam dunia politik, proses-proses tersebut berkisar sekitar proses pengambilan keputusan oleh masyarakat itu, juga proses distribusi nilai-nilai tertentu.  Jelas bahwa khusus pada fungsi politik ini, aspek kebudayaan memegang peranan penting dalam proses-proses tadi.  Jadi dapat diperhatikan bahwa:

 

  • Proses pengambilan keputusan oleh masyarakat banyak dipengaruhi oleh struktur hierarki, yang berlaku secara formal maupuun tidak formal.
  • Proses distribusi nilai-nilai juga diwarnai oleh kebudayaan yang berlaku.

 

Sebagai suatu istilah, bisnis seringkali tidak hanya dikaitkan dengan istilah ekonomi tetapi juga dekat dengan istilah perusahaan dan indrustri dan istilah-istilah tersebut seringkali membingungkan orang.  Oleh karena itu, perlukah dimengerti arti dari istilah-istilah tersebut.

Perusahaan merupakan suatuorganisasi produksi yang menggunakan dan mengkoordinasikan sumber-sumber ekonomi untuk memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.  Sedangkan industri merupakan suatu kelompok perusahaan-perusahaan yang menghasilkan produk yang serupa atau identik.dengan demikian perusahaan dan industri harus selalu memiliki project yang luas di dalamnya.

 

 

Peran Manusia dalam Bisnis

Elemen manusia merupakan inti dari bisnis.  Bisnis membutuhkan orang sebagai pemilik, manajer, pekerja, dan konsumen.  Manusia diperlukan dalam bisnis untuk memproduksi barang dan jasa serta menciptakan pekerjaan.  Bisnis mungkin beroprasi secara berbeda dan tujuan bisnis mungkin berbeda, namun elemen universal dalam semua aktivitas bisnis adalah manusia.  Berikut ini adalah beberapa peran yang dilakukan manusia dalam suatu bisnis yaitu sebagai pemilik, manajer, wiraswastwan, karyawan/pegawai, pemasok, dan atau konsummen.

Pemilik adalah orang yang memiliki bisnis, yang menanamkan uangnya dalam binis tertentu dan juga menjalankannya kerana mereka mengaharapkannya adanya pendapatan dalam bentuk keuntungan dari bisnis tersebut.  Saat membuat keputusan, manajer profesional dalam organisasi bisnis perlu mempertimbangkan pemilik dan apa yang mereka harapkan dalam bisnisnya.

Manajer merupakan orang yang menjalankan bisnis tersebut dan bertanggung jawab terhadap pemilik bisnis/perusahaan.  Manajer yang dipekerjakan oleh seorang pemilik perusahaan berusaha mencapai tujuan yang ditetapkan melalui orang lain.  Manajer seringkali menempati beberapa posisi yang dikenal beberapa istilah seperti penyelia/supervasior, pimpinan kelompok, kepala divisi, administrator, wakil presiden, dan sebagainya.  Tipe manajer yang banyak dicari pemilik bisnis adalah mempunyai kemampuan/kemauan untuk menghasilkan keuntungan, menumbuhkan perusahaa, mempertahankan hidup perusahaan dan memiliki tanggung jawab.  Hal ini penting mengingat bahwa dalam jabatan manajer melekat satu tanggung jawab utama membantu organisai mencapai kinerja yang tinggi depan dengan memanfaatkan semua sumber daya yang ada sehingga memberikan kepuasan kepada setiap pihak yang ikut serta melaksanakan pekerjaan.

Pemilik bisnis seringkali juga merangkap sebagai mana jer dari bisnisnya.  Dalam konteks ini kita kenal istilah wiraswasta ( entrepreneur ), yang merupakan orang yang mengambil risiko dengan mengoraganisasikan dan mengelola bisnis serta menerima keuntungan dalam bentuk lainnya.

Tujuan Bisnis

Tujuan sangat diperlukan bagi setiap bisnis agar tetap beroperasi dan memiliki kelangsungan hidup.  Ada beberapa tujuan bisnis, di antaranya adalah:

  1. Mencari keuntungan
  2. Mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan
  3. Pertumbuhan perusahaan, dan
  4. Tanggung jawab sosial

 

Tujuan keuntungan memegang peranan penting dalam bisnis.  Keuntungan dapat dipandang dari dua sisi, yaitu keuntungan bisnis dan keuntungan ekonomis.  Keuntngan bisnis merupakan selisih antara pendapatan ( pengahasilan ) dengan pengeluaran ( biaya-biaya).  Yaitu selisih antara harga jual dengan semua biaya produksi dan penjualan produk termasuk pajak.  Kesuksesan organisasi bisnis dalam mengahasilkan keuntungan karena produk dan jasa mereka secara efektif memenuhi kebutuhan dan permintaan konsumen.

Bisnis dapat menghasilkan suatu keuntungan jika ia mengambil resiko memasuki pasar baru atau dengan menghadapi persaingan dengan bisnis lain, itu karena untuk mengahasilkan keuntungan dalam bisnis terkandung faktor resiko.  Semakin tinggi keuntungan yang diharapkan, akan semakin besar pula risiko yang dihadapi dalam bisnis perusahaan.  Oleh karena itu, faktor resiko perlu diperhitungkan dengan matang dalam menjalankan suatu bisnis.

Organisani bisnis yang mengevaluasi kebutuhan dan permintaan konsumen dan kemudian bergerak secara efektif masuk dalam suatu pasar dapt menghasilkan keuntungan subtansional.  Sedangkan kegagalan bisnis sebagian besar adalah karena kesalahan atau kekurangan manajemen atas manusia, teknologi, bahan baku, dan modal.  Perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, pengarahan, dan staffing yang efesien dapat menghasilkan keuntungan yang memuaskan.  selain

Untuk menghasilkan keuntungan dalam bisnis terkandung faktor resiko.  Makin tinggi keuntungan yang diharapkan akan semakin besar pula resiko yang dihadapi bisnis perusahaan.  Oleh karena itu, faktor resiko perlu diperhitungkan dengan matang dalam menjalankan bisnis tersebut karena resiko termasuk konsep yang umum.

Mengapa kita mempelajari bisnis dan pengelolaannya? Hal ini merupakan sebuah pertanyaan Filosofis yang harus dijawab dengan logis dan empirik. Mempelajari bisnis berarti menelaah sejarah kehidupan manusia dan lingkungannya dalam memenuhi kebutuuhan dan keinginan yang tidak terbatas dengan sumber sumber yang terbatas. Kegiatan bisnis merupakan sebuah sistem ekologis yang sangat terkait dengan lingkunngan disekitarnya. Dalam masyarakat yang semakin terbuka ( globalisasi ), maka kegiatan bisnis harus mampu bersikap fleksibel dan melakukan adaptasi. Bisnis merupakan subsistem dari sebuah sistem ekonomi. Sebagai suatu sistem, Bisnis merupakan proses pengelolaan beberapa subsistem yang berhubungan dengan proses produksi. Subsistem dari suatu organisasi bisnis terdiri dari suatu input, proses dan output. Masing-masing subsistem itu juga merupakan sistem yang mandiri atas beberapa subsistem didalamnya.

Pada posisinya, setiap subsistem dapat mempengaruhi aktivitas organisasi kerja secara keseluruhan. Dalam hal ini, bisnis tidak dapat menghindar dari pengaruh yang masuk dari dalam maupun dari luar sistem. Kebijakan-kebijakan dalam skala mikro akan memiliki implikasi secara langsung atau tidak lanngsung atas kelangsungan bisnis. Dalam era globalisasi dan liberalisasi perekonomian, hanya bisnis yang mempunyai kompetensi yang dapat bersaing dipasar

Sebagai suatu sistem, perusahaan juga menjadi subsistem dari sistem yanng lebih luas. Disisi lain, masinng-masing subsistem pada skala tertentu juga merupakan sistem yang mandiri dan memiliki beberapa subsisttem didalamnya. Tidak dapat dihindari bahwa akan terdapat berbagai macam kepentingan bisnis dalam menngelola segala sumber daya yang teerbatas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang tidak terbatas.

 

Identifikasi Peluang Bisnis

Bagi seorang pengusaha suatu usaha dimulai karena adanya suatu peluang ( opportunity ) bisnis dan keterkaitan pada keuntungan yang diharapkan dariusaha tersebut.  Mewujudkan suatu peluang menjadi suatu kenyataan adalah suatu proses yang memerlukan waktu yang relatif cukup lama.  Waktu diperlukan untuk mengatur persyaratan, seperti menjajaki layak tidaknya suatu usaha tersebut, pencarian sumber modal, ketersediaan bahan baku; sumber daya alam; dan tenaga kerja yang tersedia, serta ketersediaan pasar untuk menyalurkan barang/jasa yang dihasilkan.  Semua itu merupakan manajemen praktis yang dihadapi seorang wiraswasta yang ingin memanfaatkan peluang bisnis.

 

Ada  dua fase pendekatan untuk mengindentifikasikan peluang bisnis, yaitu:

 

  • Fase untuk menemukan gagasan
  • Fase untuk mengidentifikasikan peluang bisnis dalam kaitannya dengan gagasan tadi.

 

Ada empat “ tempat “, untuk memperoleh gagasan-gagasan peluang bisnis baru, yaitu:

 

Diri Sendiri

 

Sumber pertama gagasan yang paling dekat dan mudah adalah pada diri sendiri.  Hanya saja dalam hal ini butuh kepekaan. Coblah bertanya pada diri anda sendiri, apa yang akan diperlukan dan ingin dibeli oleh orang lain

 

Pelanggan

Sumber kedua memperoleh gagasan bisnis baru adalah melalui pelanggan dan pesaing.  Sumber gagasan dari pesaing ini lebih sulit, karena mereka tidak begitu saja secara jujur mengatakan segala hal yang ingin kita ketahui.  Melalui pelanggan, kita dapat mengetahui kekurangan atau kelebihan produkyang mereka beli melalui keluhan ataupun kepuasan yang mereka sampaikan.  Dari hal itu, kita dapat memperoleh ide untuk membuat produk sesuai dengan yang diinginkan pelanggan.

 

Pasar

 

Sumber  gagasan bisnis baru berikutnya adalah pasar. Keberhasilan suatu produk di satu pasar kerapkali dapat melahirkan gagasan tentang sukses-sukses potensial di pasar lainnya.  Misalnya: kesuksesan penjualan prosuk susu untuk bayi, mengilhami penjualan produk susu bukan saja untuk orang dewasa juga manula.

 

Produk yang gagal

Sumber keempat lahirnya gagasan bisnis adalah produk-produk yang gagal.  Suatu evaluasi yang mendalam atas produk yang gagal kerapkali mengisyaratkan masih adanya permintaan yang cukup besar atas produk itu,asal ciri-ciri negatfnya dihilangkan.

Disini terdapat proses empat langkah  dan setiap langkah harus dirampungkan menurut urut-urutannya.  Keempat langkah tersebut:

Analisis persoalan

 

Langkah penting pertama adalah analisis persoalan:  mengapa orang yakin bahwa setiap landasan produk akan berhasil dan member keuntungan.  Kumpulkan informasi atau pengendalian-pengendalian yang pokok dan ujilah masing-masing apakah salah atau tidak.

 

Analisis situasi

Langkah kedua yang tidak kalah pentingnya adalah analisis situasi.  Analisis situasi ini tujuannya untuk menghasilkan sekumpulan sepengetahuan yang perlu untuk menilai gagasan dan menentukan secara tepat apa yang dituntut dalam mengembangkan gagasan tadi agar sukses, berdasarkan kenyataan.

 

Merumuskan “ wilayah “ yang tidak diketahui

Kalu bisnis pengetahuan ini sudah mencukuppi, mulailah dengan langkah ketiga yakni mengidentifikasi, merumuskan dan memeriksa hal-hal yang tidak atau belum diketahui yang dapat melahirkan atau justru akan memporak-porandakan gagasan tadi.

 

Mensurvei pelanggan sasaran

Kalau wilayah-wilayah yang tidak diketahui ini sudah dirumuskan dan diperiksa teruslah maju ke langkah keempat, yakni reset kualitatif mengenai pelanggan sasaran.  Di sini, sasarannya adalah menemukan jawaban atas hal-hal penting yang tidak diketahui dan memeriksa kembali pengendalian-pengendalian terpenting.

 

 

Mengembangkan rencana bisnis

Saat wirausaha menciptakan suatu ide bisnis, mereka juga harus memperhatikan bagaimana fungsi-fungsi bisnis yang baru saja digambarkan, untuk membuat bisnis yang berhasil.  Mereka harus menciptakan rencana bisnis, yaitu suatu deskripsi perinci dari bisnis yang diusulkan, termasuk suatu deskripsi dari bisnis, jenis pelanggan yang ingin ditarik, kondisi persaingan, dan fasilitas yang diperlukan untuk produksi.

 

 

Memperkirakan lingkungan bisnis

Ada beberapa lingkungan yang mengelilingi bisnis yaitu lingkungan ekonomi, lingkungan indrustri, dan lingkungan global. yaitu:

 

  1. Lingkungan ekonomi
  2. Lingkungan industry
  3. Lingkungan global

Demikianlah penjelasan tentang mengapa kita harus berbisnis.

 

Kesimpulan nya adalah di dalam suatu bisnis kita harus berani dalam mengambil setiap ide dan wawasan yang kita punya karena dengan keberanian kita lebih bisa membuka hati dan jiwa untuk berpikir lebih baik ,dimana jika bisnis mengalami untung otomatis kita akan menjadi orang yang berhasil dan sukses apabila rugi kita telan saja rasa pahit dalam berbisnis karena bisnis adalah sebuah permainan yang menakjubkan di mana kita di tuntut harus berhasil dan tanggap dalam mengambil setiap keputusan walaupun itu sangat berat dan susah.

 

Sarannya adalah ambilah dan cerna setiap ide dan wawasan anda untuk berbisnis karena setiap ide dan wawasan bisa menjadi berhasil dalam berbisnis apabila anda yakin pada ide dan wawasan tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Referensi :