Nama: Heri Kurniawan
Kelas: 1EB12
NPM: 23210252
FRANCHISING
di dalam suatu kehidupan yang global dan modernisasi serta konsumerisme seperti sekarang ini pasti kita mempunyai keinginan untuk berbisnis atau berwirausaha karena zaman sekarang kalau tidak di topang dengan berbisnis atau berwirausaha, kalau cuman mengutamakan pekerjaan saja tidak bakal cukup untuk memenuhi segala kebutuhan yang semakin lama semakin berat seperti sekarang ini .kita semua tahu bahwa Memulai suatu usaha bagi sebagian orang pasti dirasakan akan selalu berat. Terutama bagi kalangan yang belum pernah melakukan atau berbisnis seperti ini sebelumnya.ada suatu konsep yang akan saya terangkan dalam berwirusaha yaitu tentang faranchise. Membeli Waralaba (franchise) sebenarnya tetap sama dengan, apabila kita memulai dengan membuka bisnis sendiri. Namun banyak orang beranggapan, bahwa membeli sebuah franchise merupakan jaminan bahwa uangnya akan aman dan bisnisnya akan tetap berjalan. Padahal kenyataannya tidaklah seperti itu. Franchise tetaplah merupakan sebuah bisnis atau usaha yang juga memiliki risiko dan harus dilakukan dengan serius dan benar.
Mengacu kepada proses standardisasi franchise di luar negeri, seorang franchisee (pembeli franchise) haruslah melalui proses menunggu atau waiting list, melakukan interview (wawancara) berkali-kali, sampai franchisor-nya yakin, orang tersebut layak untuk mendapatkan franchise yang diinginkan. Faktor lokasi sebagai tempat usaha juga menjadi salah satu ukuran terpenting sukses tidaknya sebuah franchise. Pertimbangan lainnya adalah pemasaran produk dan keunggulan produk,. Jadi persiapan awal sebelum memulai dan menjalankan usaha penting dilakukan. Hal lainnya adalah pengawasan yang ketat antara lain menyangkut kualitas barang dagangan, standar layanan, standar kebersihan dan lain sebagainya .untuk lebih jelasnya saya akan menjelaskan dan menenrangakan tentang konsep franchising.
Definisi franchising
Franchise adalah pemberian sebuah lisensi oleh seseorang (franchisor) kepada pihak lain (franchise).sedangakan franchisor(pemberi waralaba)adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan ciri khas usaha yang di milikinya. lisensi tersebut memberi hak kepada franchise untuk menggunakan merek dagang franchisor dan seluruh elemen yang diperlukan untuk menjalankan bisnisnya dengan dasar-dasar yang telah ditentukan sebelumnya.
Perbedaan Franchise dengan tipe bisnis lain yaitu:
1. Keberadaan frinchisor ada dalam setiap franchise anda.
2. Kewajiban untuk menggunakan nama & sistem franchisor, serta patuh pada pengendaliannya.
3. Resiko yang merusak bisnis tanpa anda berada disana.
4. Kemampuan franchisor untuk terus memberikan jasa yang dapat membuat bisnis berhasil.
Sejarah franchise
• sejarah Waralaba
Perusahaan Coca cola di Atlanta, AS
Waralaba diperkenalkan pertama kali pada tahun 1850-an oleh Isaac Singer, pembuat mesin jahit Singer, ketika ingin meningkatkan distribusi penjualan mesin jahitnya. Walaupun usahanya tersebut gagal, namun dialah yang pertama kali memperkenalkan format bisnis waralaba ini di AS. Kemudian, caranya ini diikuti oleh pewaralaba lain yang lebih sukses, John S Pemberton, pendiri Coca ColaNamun, menurut sumber lain, yang mengikuti Singer kemudian bukanlah Coca Cola, melainkan sebuah industri otomotif AS, General Motors Industry ditahun 1898Contoh lain di AS ialah sebuah sistem telegraf, yang telah dioperasikan oleh berbagai perusahaan jalan kereta api, tetapi dikendalikan oleh Western Unionserta persetujuan eksklusif antar pabrikan mobil dengan dealer
Mc Donalds, salah satu pewaralaba rumah makan siap saji terbesar di dunia
Waralaba saat ini lebih didominasi oleh waralaba rumah makan siap saji Kecenderungan ini dimulai pada tahun 1919 ketika A&W Root Beer membuka restauran cepat sajinya. Pada tahun 1935, Howard Deering Johnson bekerjasama dengan Reginald Sprague untuk memonopoli usaha restauran modern. Gagasan mereka adalah membiarkan rekanan mereka untuk mandiri menggunakan nama yang sama, makanan, persediaan, logo dan bahkan membangun desain sebagai pertukaran dengan suatu pembayaran. Dalam perkembangannya, sistem bisnis ini mengalami berbagai penyempurnaan terutama di tahun l950-an yang kemudian dikenal menjadi waralaba sebagai format bisnis (business format) atau sering pula disebut sebagai waralaba generasi kedua. Perkembangan sistem waralaba yang demikian pesat terutama di negara asalnya, AS, menyebabkan waralaba digemari sebagai suatu sistem bisnis diberbagai bidang usaha, mencapai 35 persen dari keseluruhan usaha ritel yang ada di AS. Sedangkan di Inggris, berkembangnya waralaba dirintis oleh J. Lyons melalui usahanya Wimpy and Golden Egg, pada tahun 60-an. Bisnis waralaba tidak mengenal diskriminasi. Pemilik waralaba (franchisor) dalam menyeleksi calon mitra usahanya berpedoman pada keuntungan bersama, tidak berdasarkan SARA
Biaya waralaba
Biaya waralaba meliputi:
• Ongkos awal, dimulai dari Rp. 10 juta hingga Rp. 1 miliar. Biaya ini meliputi pengeluaran yang dikeluarkan oleh pemilik waralaba untuk membuat tempat usaha sesuai dengan spesifikasi franchisor dan ongkos penggunaan HAKI.
• Ongkos royalti, dibayarkan pemegang waralaba setiap bulan dari laba operasional. Besarnya ongkos royalti berkisar dari 5-15 persen dari penghasilan kotor. Ongkos royalti yang layak adalah 10 persen. Lebih dari 10 persen biasanya adalah biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran yang perlu dipertanggungjawabkan.
Jadi modal dan biaya harus di perhitungkan untuk membuka sebuah franchise,dan harus selalu berpikiran positip bahwa usaha franchise anda akan berhasil.
Pada skema franchise, franchisor harus memiliki:
• Merek/nama dagang, serta goodwill tempat berasosiasi
• Sebuah format bisnis
• Terdapat formula, resep, rahasia, spesifikasi, desain gambar dan konfidensial
• Hak cipta serta perlindungannya

Beberapa kriteria Franchising
Franchise Industrial
hubungan yg terjalin antara perusahaan manufaktur dan pedagang besar
Franchise generasi pertama
hubungan yg terjalin antara perusahaan manufaktur dan pedagang eceran
dengan Franchise yang melibatkan pedagang besar dan pedagang eceran .
KELEBIHAN FRANCHISE DAN KEKURANGAN SEBUAH FRANCHISE YAITU:
Kelebihan franchise yaitu:
1) Pengakuan reputasi
2) Standarisasi mutu
3) Bantuan modal
4) Bantuan manajemen
5) Profit relatif tinggi karena telah teruji
Kekurangan franchise yaitu:

 Tidak mandiri
 Kreativitas tidak berkembang
 Menjadi interdependen, terdominasi.
 Rentan terhadap perubahan franchisor
Di dalam sebuah francise terdapat persiapan yang harus dilakukan yaitu:
Ada 3 persiapan yang harus Anda lakukan :
1paradigma
2)organisasi
3)investasi
Persiapan paradigma
merupakan yang pertama yang dilakukan oleh Anda. Ketika anda memutuskan akan memfranchisekan bisnis Anda, maka paradigma yang harus dimiliki bukan lagi paradigma untuk menjual produk/jasa kepada konsumen.
Persiapan organisasi
dilakukan untuk membentuk organisasi yang solid di dalam perusahaan anda.
Persiapan investasi
merupakan persiapan modal yang nantinya harus anda keluarkan untuk menjalankan bisnis franchise .
persiapan investasi akan menghitung berapa biaya investasi awal anda untuk menjadi franchisor, dan berapa besar franchise fee dan royalty fee yang akan dikenakan kepada franchisee-franchisee anda.
Di dalam franchise juga terdapat hak dan kewajiban dari sebuah franchise dan franchisor yaitu:
Hak Franchisor
1) Menerima setoran dari franchisee.
2) Memeriksa pembukuan franchisee.
3) Memeriksa usaha franchisee.
4) Memutuskan hubungan kemitraan karena pelanggaran oleh franchisee.
5) Membeli kembali franchise pada saat pemutusan hubungan kemitraan.
6) Membeli kembali franchise pada saat dijual oleh franchisee.
Kewajiban Franchisor
1. Membantu memilih lokasi usaha
2. Membantu pengembangan usaha & memberi materi promosi.
3. Menyediakan manual operasional usaha.
4. Menyediakan program bimbingan pelatihan bagi franchisee.
5. Menyediakan staf yang mensupervisi masa awal berdiri¬nya franchise.
6. Memberikan hak penggunaan nama, cap dagang, rancangan dan logo kepada franchisee.
Hak Franchisee
• Memperoleh petunjuk dan bantuan.
• Menggunakan nama, dan sistem.
• Memperoleh persediaan produk.
• Menjual franchise kepada pembeli yang disetujui.
• Memutuskan hubungan jika perjanjian franchise dilanggar oleh franchisor.
Kewajiban Franchisee
1) Memberi informasi posisi keuangan yang akurat.
2) Memberi izin pemeriksaan usaha.
3) Menghadiri program pelatihan awal.
4) Mengembangkan franchise sesuai yang ditentukan.
5) Membayar biaya-biaya franchise.
6) Hanya menjual produk dan jasa yang telah disetujui.
7) Membeli persediaan bahan dan tingkat persediaannya.
8) Menggunakan bahan promosi, manual operasi usaha sesuai.
9) Beberapa Penyebab Kegagalan Frenchisor
10) Uji coba yang tidak memadai
Beberapa karakter penyebab kegagalan Franchise
1) Franchise yang puas dengan dirinya sendiri
2) Franchise yang penakut
3) Franchise yang tidak mengikuti sistem
4) Franchise yang berharap terlalu banyak
5) Franchise yang tidak memiliki bakat
6) Campur tangan dari orang lain yang bermain curang
Contoh-contoh franchise yaitu:
1. KFC
2. MC DONALD
3. INDOMART
4. ALFAMART
5. STARBUCKS
Demikianlah penjelasan saya tentang sebuah usaha franchising
Kesimpulannya jadi bisnis franchise mempunyai dampak positif dan negative bagi kehidupan kita dan bisnis franchise terlalu ribet dan rumit karenanya harus di pikir panjang untuk menuangkan sebuah konsep franchise ke dalam bisnis anda nantinya.
Sarannya jika ingin membangun sebuah bisnis franchising harus selalu berpatokan dengan metode dan konsep yang di wajibkan franchisor dan harus patuh dan taat pada lisensi dan jangan takut akan gagal dalam berbisnis intinya berani berbisnis berani maju…..
Referensi: http://www.franchisewaralaba.com

http://www.wikepedia.franchise.com
bagus ,sucipto2007.franchising di Indonesia .semarang,elex media computindo