Nama:heri kurniawan
Kelas:1eb12
Npm:23210252

mengembangkan sofskill di dalam kepribadian seseorang

banyak di antara kita tahu bahwa sostskill seseorang di tentukan dengan tolak ukur seseorang itu dalam mengembangkan sofskillnya .kalau menurut saya sofskill adalah Suatu bakat yang dimiliki seseorang sejak lahir, bakat itu sendiri bisa dikategori seperti hobby yang mengantar bakatnya menjadi suatu hal yang luar biasa, bisa dicontohkan seperti bakat bermain gitar, sepak bola,menyanyi dan lain sebagainya. Namun disini saya juga ingin memberi tahu bahwa soft skill itu sendiri tidak akan berjalan sempurna apabila tidak di iringi dengan Hard Skill, begitu pun sebaliknya. Menurut saya Soft skill itu sendiri akan nampak apabila seseorang telah menemukan jati dirinya. Namun ada juga yang tidak akan mendapatkan soft skill dari dirinya sendiri apa bila dia tidak ada keinginan untuk berubah yang besar dalam hidupnya dari pola hidup yang buruk ke pola hidup yang lebih baik dari sebelumnya.

Karena Soft skill itu sendiri akan lahir apabila seseorang memiliki motivasi yang besar untuk berubah lebih baik dari sebelumnya. Soft Skill sendiri sangat berkaitan dengan suatu ketrampilan yang harus seimbang. Contohnya seorang beladiri tidak hanya melatih skillnya namun dia juga harus melatih mental dan pikiran, lalu semua itu disatukan baru bisa mendapatkan kesempurnaan dalam berlatih. Istilah ketrampilan soft skill ialah istilah yang mengacu pada kepribadian seseorang yang di asah dari dalam lalu di lengkapi pula dengan keterampilan Hard Skill.

Jadi menurut saya soft skill itu adalah suatu kelebihan yang terpendam dan untuk memperolehnya harus melalui pembelajaran yang berkaitan dengan pengembangan diri seseorang, dan kesimpulannya setiap manusia itu memiliki apa yang namanya soft skill namun tidak banyak manusia yang mengetahui cara memperolehnya.

Di dalam kepribadian kita pasti selalu mempunyai ketrampilan dan skill kita maka saya akan menjelaskan tentang ketrampilan dalam sofskill, keterampilan Soft adalah istilah sosiologis yang berkaitan dengan seseorang “EQ” (Emotional Intelligence Quotient), cluster karakter kepribadian, rahmat sosial, komunikasi, bahasa, kebiasaan pribadi, keramahan, dan optimisme yang menjadi ciri hubungan dengan orang lain. Soft melengkapi keterampilan hard skill (bagian dari seseorang IQ), yang merupakan persyaratan pekerjaan dari pekerjaan dan kegiatan lainnya.

lembut seseorang keterampilan EQ merupakan bagian penting dari kontribusi masing-masing untuk keberhasilan sebuah organisasi. Terutama organisasi-organisasi berhubungan dengan pelanggan-muka-muka umumnya lebih sukses, jika mereka melatih staf mereka untuk menggunakan keterampilan ini. Skrining atau pelatihan untuk kebiasaan pribadi atau sifat-sifat seperti ketergantungan dan kesadaran dapat menghasilkan return yang signifikan pada investasi bagi suatu organisasi .Untuk alasan ini,. Soft skill semakin dicari oleh pengusaha selain kualifikasi standar.

Soft Keterampilan kompetensi perilaku. Juga dikenal sebagai Interpersonal Keterampilan, atau keterampilan orang-orang, mereka termasuk keahlian seperti keterampilan komunikasi, resolusi konflik dan negosiasi, efektivitas pribadi, pemecahan masalah secara kreatif, pemikiran strategis, membangun tim, yang mempengaruhi keterampilan dan menjual keterampilan, untuk beberapa nama.
Di dalam mengembangkan soft skil, kita tidak bisa mempelajarinya hanya dari sekedar teori layaknya hard skill, namun kita bisa mengembangkannya dengan pengalaman, mengamati sikap orang lain, dan membiasakan sikap-sikap baik itu ada dalam diri kita. Untuk dapat mengasah softskill, pertama-tama kita harus dapat mengenal apa yang ada dalam diri kita sendiri. Beberapa poin-poin yang dapat membantu mengembangkan softskill kita antara lain (untuk contoh saya akan menggunakan diri saya sendiri sebagai subjek) :
Kenali Diri Sendiri
Mulai saat ini, belajarlah untuk mengenal diri kita sendiri. Apa yang baik dan apa yang buruk yang ada pada diri kita. Mungkin untuk lebih mudahnya, kita dapat meminta teman-teman terdekat kita maupun yang terlalu dekat dengan kita untuk memberikan pendapat mereka tentang sifat dan sikap kita. mengapa yang tidak terlalu dekat juga perlu? Karena pada saat kita baru berkenalan dengan orang lain, mungkin orang itu tidak akan dapat melihat sifat kita yang sebenar-benarnya. Yang akan orang itu lihat pertama kali adalah “sikap luar” kita yang mungkin berbeda dengan sikap kita pada saat bersama dengan orang yang sudah dekat dengan kita.
Setelah bertanya kepada beberapa teman di kampus mengenai diri saya, mereka mengutarakan banyak hal mengenai kelebihan dan kekurangan saya. Dari sisi kekurangan, ternyata saya terlihat sebagai orang yang terlalu santai, pesimistis,kurang peka, kadang mudah emosi, kurang telaten atau rajin dan kadang agak malas untuk hal-hal yang kurang saya minati. Ternyata dari sebagian kecil yang disebutkan itu, beberapa diantaranya sudah saya sadari sendiri. Mungkin ini saatnya mulai berubah untuk masa depan yang lebih baik.
Selain kekurangan-kekurangan diatas, mereka juga mengutarakan beberapa yang dianggap menjadi kelebihan saya, misalnya senang bercanda, tekun(untuk hal yang diminati), senang bersosialisasi di dalam kampus ,dan lain-lain. Mudah-mudahan sifat-sifat baik itu terus ada di dalam diri saya .
Ternyata cukup menyenangkan untuk mengetahui apa pandangan orang lain tentang kita. Kita jadi bisa mengetahui apa yang perlu diperbaiki dan apa yang perlu ditingkatkan dari sifat dan sikap kita.
Hargai Waktu
Waktu, tidak bisa dibantah merupakan hal yang sangat dibutuhkan manusia dan juga hal yang paling banyak dibuang-buang oleh manusia itu sendiri. Banyak orang yang merasa 24 jam/hari sangat kurang, namun banyak juga yang menganggap 24 jam sangat lama dengan membuang waktu untuk hal-hal yang sangat tidak berguna contohnya saya ,saya dalam mengatur waktu atau memanage waktu belum bisa di waktu libur saja saya hanya di rumah tidur atau main ke sana kemari sangat tidak bagus untuk di contoh biasanya mempunyai tugas yang padat merayap seperti sekarang ini malah tetap santai dan malas melakukannya padahal tugas melatih kita untuk disiplin waktu .tapi seiring berjalannya waktu saya menjadi lebih bisa berubah di semester ke 2 ini saya harus bisa berdisiplin waktu agar sukses di dalam kehidupan dan perkuliahan .
Disiplin dalam segala hal

Memang susah menjadi pribadi yang disiplin dalam segala hal. Ketika kita ingin disiplin ada – ada saja hambatan dan rintangan yang harus di hadapi contohnya saya : saya hari ini harus bisa bangun untuk sekedar lari pagi supaya badan terasa sehat selalu, saya niat di waktu malam hari , pass ketika di pagi harinya malah ketiduran ada –ada saja alasanya dan hambatanya.

Itulah sekilas hambatan dan rintangan di dalam kehidupan jadi selagi kita masih bisa mengaturnya maka hadapi segala tantangan dan hambatan , maka engkau akan bias disiplin dalam segala hal .

Demikianlah tulisan dari saya tentang sofskill semoga bermanfaat.

Kesimpulan;
Sofskill harus di miliki dan di dapat jika kita mempunyai semangat yang tinggi untuk mendapatkannya, untuk mendapatkanya dengan bekerja keras mengelola suatu ide kreatif, disiplin dalam segala hal .

Saran:
Miliki sofskill dan hardskill dalam kehidupanmu , maka hidupmu akan indah dan nyaman pada waktunya .