Kegagalan pertama ku di waktu sekolah dasar
Di dalam hati dan sanubari saya selalu teringat akan pesan kedua orang tua, semenjak di bangku sekolah sampai sekarang di bangku perguruan tinggi orang tua selalu memberikan kasih sayang yang begitu besar kepada saya ,tetapi sampai sekarang ini saya belum pernah membahagia kan nya , ketika saya berada di bangku sekolah tepat nya di sekolah dasar , saya tidak pernah berprestasi walaupun begitu orang tua selalu mendukung saya dari belakang , walaupun saya tidak pernah membuat bangga mereka .
Ketika saya kelas 6 SD saya belajar dengan cukup giat dan keras soalnya akan ada test ujian akhir sekolah dimana itu menentukan saya masuk SMP negeri atau SMP swasta. Saya ingin sekali masuk smp negeri . saya dan ibu serta bapak saya bergegas untuk pergi ke sekolah melihat hasil pengumuman ujian nya , ketika sampai di sekolah saya di suruh masuk ke kelas dan kedua orang tua saya duduk di luar kelas . wali kelas sedang memberi pengarahan dan memberi motivasi kepada semua murid dan berpesan “jika tidak di terima di smp negeri , jangan bersedih hati ya nak” kata wali kelas .
Semua murid di kelasku merasa tegang dan saat – saat yang di nanti sudah tiba , wali kelas membagikan amplop berdasarkan absen dan giliran ku tiba , ketika aku membuka sebuah amplop putih tersebut aku kaget dan langsung menangis di kelas “aku tidak di terima , aku gagal masuk smp negeri “ aku langsung menangis di kelas , pada saat itu ibu dan bapak ku masuk ke kelas , mereka juga ikut sedih tapi mereka langsung mengajak ku pulang .
Sesampai nya di rumah aku tidak pernah berhenti untuk menangis , karena ini kegagalan pertama ku di waktu sekolah , ibu dan bapak terus memotivasi ku agar semangat dan gembira lagi dan mereka berkata” nak, bapak dan ibu berpesan , kamu harus semangat , walaupun tidak masuk negeri , kan masih ada smp swasta semoga di swasta kamu bisa berprestasi dan membuat bangga ibu dan bapak “ .
Mendengar perkataan ibu dan bapak tadi aku menjadi lebih semangat lagi , motivasi ku kembali bangkit untuk belajar sebaik mungkin. Tapi rasa sedih ku tetap belum hilang entah sampai kapan ke kecewaan ku ini akan ter obati .
Itulah sekilas tentang kiasahku di waktu SD , semoga bermanfaat untuk semua nya ..