Pengangguran
NAMA: HERI KURNIAWAN
NPM :23210252
KELAS :1EB12
Masalah pengangguran memang sangat sulit untuk di atasi dan sulit juga di cari jalan keluarnya , masalah pengangguran memang kian hari kian menyakitkan dan menyulitkan Keterbatasan lapangan pekerjaan yang tersedia di Indonesia pada khususnya di daerah kota Jakarta sangat cukup tinggi dari tahun ke tahun, sehingga berpotensi untuk tidak dapat tertampungnya lulusan program pendidikan di lapangan kerja setiap tahun selalu meninggakat tidak pernah mengalami penurunan. Dan pada akhirnya masyarakat akan kehilangan kepercayaan secara signifikan terhadap eksistensi lembaga pendidikan jika masalah pengangguran masih terus seperti ini di tahun yang akan datang.

Lapangan pekerjaan merupakan indikator penting pada tingkat kesejahteraan masyarakat dan sekaligus menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan “pendidikan” dalam mengurangi angka kemiskinan yang ada. Seiring berjalannya waktu Maka merembaknya isu pengangguran terdidik menjadi sinyal yang cukup mengganggu bagi perencana pendidikan di negara-negara berkembang pada umumnya di Indonesia khususnya di daerah kota Jakarta.
Sementara dampak sosial dari jenis pengangguran ini relatif lebih besar dan banyak efek negative dari hal ini salah satunya tingkat kriminalitas tiap daerah juga ikut bertambah karena dorongan ekonomi. Mengingat kompleksnya masalah ini, maka upaya pemecahannya pun tidak sebatas pada kebijakan sektor pendidikan saja, namun merembet pada masalah lain secara multi dimensional. Fenomena pengangguran sering menyebabkan timbulnya masalah sosial lainnya sperti yang sudah diterangkan di atas. Di samping tentu saja akan menciptakan angka produktivitas sosial yang rendah, yang akan menurunkan tingkat pendapatan masyarakat nantinya.
Pengangguran merupakan masalah serius yang dihadapi dalam pembangunan sumber daya manusia yang tengah dilakukan saat ini. Krisis ekonomi yang kini dihadapi ternyata telah memporakporandakan tatanan kehidupan bangsa. Data yang diperoleh saya dari Bappenas menunjukkan pada tahun 1998 penduduk miskin telah mencapai 80 juta orang, yang berarti mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya 22,4 juta orang saja. Selanjutnya data BPS pun mencatat angka pengangguran pada tahun 1999 sebesar 6,37 juta orang. Yang kemudian di akhir 1999, jumlah pengangguran semakin membengkak, yakni mencapai 14 juta orang dan tenaga kerja setangah menganggur mencapai 35 juta orang itu adalah sebagian contoh prentase penganguran yang ada di Indonesia
Untuk selanjutnya saya akan menjelaskan tentang masalah pengangguran secara luas yaitu:
Pengangguran
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah “pengangguran terselubung” di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.
Pengangguran dapat di kelompokkan menurut faktor penyebab terjadinya dan menurut lama waktu kerjanya. Yaitu :
Pengangguran menurut faktor penyebab terjadi nya yaitu :
1. Pengangguran struktural, adalah pengangguran yang terjadi karena perubahan struktur atau perubahan komposisi perekonomian. Perubahan struktur tersebut memerlukan keterampilan baru agar dapat menyesuaikan diri dengan keadaan baru. Seperti adanya peralihan perekonomian dari sector pertanian ke sector industri. Peralihan tersebut memerlukan penyesuaian bagi para tenaga kerja, sehingga tenaga kerja tersebut telah terdidik terlebih dahulu. Pengangguran struktural juga dapat terjadi karena penggunaan alat yang semakin canggih. Banyak aktivitas yang dikerjakan oleh banyak tenaga kerja pada awalnya, namun dengan adanya peralatan yang canggih dapat diselesaikan hanya dengan sedikit atau beberapa tenaga kerja saja. Seperti penggunaan traktor di sektor pertanian mengakibatkan sebagian buruh tani menganggur.
2. Pengangguran konjungtur (siklis), adalah pengangguran yang berhubungan dengan turunnya kegiatan perekonomian suatu Negara. Pada masa kegiatan ekonomi mengalami kemunduran, daya beli masyarakat menurun. Akibatnya, barang menumpuk di gudang. Perusahaan industri mengurangi kapasitas produksi dan mungkin juga menghentikan kegiatan produksinya karena barang-barang tidak laku di pasar. Oleh karena itu, kapasitas produksi dikurangi atau bahkan produksi dihentikan. Di pihak lain, pertambahan penduduk tetap berlangsung dan menghasilkan angkatan kerja baru. Dengan demikian, tenaga kerja banyak yang tidak dapat bekerja. Peda masa resesi, tingkat pengangguran siklis akan semakin meningkat karena dua faktor, yaitu jumlah orang yang kehilangan pekerjaan terus meningkat & dibutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk mendapatkan pekerjaan.
3. Pengangguran friksional, adalah pengangguran yang terjadi karena kesulitan temporer dalam mempertemukan pemberi kerja dan pelamar kerja. Kesulitan-kesulitan temporer ini antara lain adalah waktu yang diperlukan dalam proses pelamaran dan seleksi oleh pemberi kerja. Pada umumnya pemberi kerja selalu mengharapkan kualitas yang tinggi dari calon pencari kerja sehingga membutuhkan waktu menentukan pilihan. Di sisi lain, pelamar biasanya menginginkan pekerjaan yang dapat memberikan fasilitas terbaik. Pelamar juga membutuhkan waktu untuk memutuskan pilihan. Pengangguran friksional juga terjadi karena faktor jarak dan kurangnya informasi. Pelamar tidak mengetahui di mana ada lowongan dan pengusaha juga tidak mengetahui di mana tersedia tenaga kerja yang memenuhi syarat. Secara umum, pengangguran friksional tidak dapat dihindari, namun waktu pengangguran dapat dipersingkat dengan penyediaan informasi kerja yang lengkap. Pengangguran friksional terdapat pada perekonomian yang mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh.
4. Pengangguran musiman, adalah pengangguran yang terjadi karena pergantian musim. Ada waktu yang tidak terpakai karena tidak adanya pekerjaan dari musim yang satu ke musim lainnya. Seperti pada sektor pertanian, pada umumnya setelah habis panen sampai musim tanam, petani tidak memiliki pekerjaan. Dalam keadaan yang seperti ini, petani tersebut adalah penganggur musiman.
Pengangguran menurut lama waktu kerja nya yaitu :
1) Pengangguran terbuka, adalah orang yang sama sekali tidak bekerja dan sedang berusaha mencari pekerjaan.
2) Setengangah pengangguran, adalah orang yang bekerja, tetapi tenaganya dimanfaatkan dan diukur dari curahan jam kerja, produktivitas kerja, dan penghasilan yang diperoleh
3) Pengangguran terselubung, adalah pengangguran yang terjadi karena tenaga kerja tidak bekerja secara optimal
Masalah pengangguran tidak hanya menerpa masyarakat kalangan bawah saja. Masyarakat yang dirasa berkecukupan pun mengalami permasalahan tersebut. Banyak faktor yang mendukung terhadap permasalahan pengangguran, antara lain:
Faktor Kemiskinan.

Banyaknya jumlah pengangguran itu dari kalangan masyarakat miskin. Karena untuk mendapatkan pekerjaan itu membutuhkan biaya yang sangat besar. Contohnya: Di suatu pabrik, untuk menjadi seorang karyawan di suatu pabrik tersebut, harus ada orang dalam yang membantunya dan menjamin pekerjaan dapat diraih selain itu juga orang yang ingin masuk pabrik tersebut harus memakai jasa seorang calo dengan memberikan uang jerih payah. Dan nominal uang tersebut tidak sedikit. Kesimpulannya, orang yang tidak mempunyai uang, dia tidak bisa kerja.

Faktor Pendidikan.

Banyaknya anak putus sekolah juga merupakan salah satu faktor yang menunjang pengangguran. Karena untuk bekerja di zaman sekarang, harus bisa calistung (baca, tulis,hitung) minimal tamatan SLTP. Itupun hanya pekerjaan berkisar Pembantu Rumah Tangga (PRT), Baby Sitter, dan lain-lain. Namun, di era globalisasi sekarang sudah ada agen baby sitter dan PRT. Jadi semakin sulit anak yang putus sekolah itu mendapatkan pekerjaan yang berpenghasilan layak.
Dari Pendidikan juga belum ada kurikulum yang mampu menciptakan dan mengembangkan kemandirian Sumber Daya Manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Faktor Keahlian

Untuk zaman sekarang, diperlukan manusia yang kreatif dan inovatif. Meskipun hanya lulusan SLTA, jika seseorang itu mempunyai keahlian dan keterampilan, maka orang tersebut bisa menciptakan lapangan kerja sendiri. Contohnya: Membuat kue, membuat prakarya, dan lain-lain.
Tetapi, masyarakat Indonesia pada umumnya malas untuk bekerja keras, bekerja dari nol, maka karena itu pula pengangguran tercipta.

Faktor Budaya

Telah disebutkan bahwa sindrom pengangguran tidak hanya terjadi di kalangan bawah saja. Namun, kalangan atas pun ada. Ini dikarenakan faktor budaya. Orang yang senantiasa hidup berkecukupan, ingin memperoleh pekerjaan yang layak. Sedangkan segala sesatu itu harus mengalami proses yang jelas. Kebanyakan dari orang tersebut menginginkan kerja enak saja tanpa melakukan proses.

Faktor Pasaran

Kurangnya lapangan kerja, banyaknya masyarakat yang terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dikarenakan krisis ekonomi yang melanda negeri ini, juga rendahnya kualitas SDM yang kurang memenuhi standar di lapangan kerja tersebut.

Dampak pengangguran yaitu :
Penganggguran merupakan masalah pokok dalam suatu masyarakat modern. Jika tingkat pengangguran tinggi, sumber daya menjadi terbuang percuma dan tingkat pendapatan masyarakat akan merosot. Situasi ini menimbulkan kelesuan ekonomi yang berpengaruh pada emosi masyarakat dan dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Bekerja membuat seseorang mampu membeli harga diri mereka Adapun dampak pengangguran terhadap kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat adalah sebagai berikut.
Dilihat dari segi ekonomi, pengagguran memiliki dampak sebagai berikut:
1) Pengangguran menimbulkan turunnya daya beli masyarakat, sehingga akan mengakibatkan kelesuan dalam berusaha.
2) Pengangguran akan menghambat investasi, karena menurunnya jumlah tabungan masyarakat.
3) Pengangguran menyebabkan turunnya Produk Domestik Bruto (PDB), sehingga pendapatan nasional pun akan mengalami penurunan.
dilihat dari segi social , dampak pengangguran adalah sebagai berikut :
• Perasaan minder ( rendah hati).
• Meningkatnya angka kriminalitas
• Munculnya pengamen, pengemis, anak jalanan
• Tingginya anak –anak yang putus sekolah , karena tidak mampu membiaya kebutuhan sekolah yang terlalu banyak.
Untuk mengatasi masalah pengangguran. Antara lain:
1. Mengubah kebijakan politik ekonomi makro, agar merangsang pertumbuhan ekonomi yang kemudian bisa menciptakan lapangan kerja baru.
2. Membuat kebijakan fiskal dan moneter yang juga ramah terhadap tenaga kerja
3. Kebijakan ketiga, membangkitkan kembali kegiatan di sektor riil terutama yang bergerak di sektor usaha kecil dan menengah (UKM).
4. Melakukan reformasi di bidang pertanahan. Selama ini tanah untuk kegiatan produksi, lebih banyak dikuasai secara terbatas oleh kalangan terbatas pula.
5. melipatgandakan usaha peningkatan tenaga kerja di lingkungan keluarga yang berpendapatan kecil.
6. Peningkatan daya beli masyarakat
7. Pengadaan pendidikan dan pelatihan
8. Informasi yang lengkap mengenai permintaan dan penawaran tenaga kerja
9. Informasi mengenai lowongan pekerjaan pada bidang lain
Kesimpulan : Pengangguran di Indonesia kondisinya saat ini sangat memprihatinkan, banyak sekali terdapat pengangguran di mana-mana. Penyebab pengangguran di ndonesia ialah terdapat pada masalah sumber daya manusia itu sendiri dan tentunya keterbatasan lapangan pekerjaan.
Saran : ada baiknya pemerintah memberikan kebijakan – kebijakan yang nyata dan konkrit seperti segera melakukan pengembangan kawasan-kawasan, khususnya yang tertinggal dan terpencil sebagai prioritas dengan membangun fasilitas transportasi dan komunikasi. Ini akan membuka lapangan kerja bagi para penganggur di berbagai jenis maupun tingkatan. Harapan akan berkembangnya potensi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) baik potensi sumber daya alam, sumber daya manusia maupun keuangan (finansial).
Referensi sumber :
Buku ekonomi kelas 2 sma penerbit esis
http://www.google.com
http://www.wikepedia.com
http://www.kompas.com