Sepengal kisah tentang orang pingiran
Ketika sehabis pulang kuliah , saya langsung standbay di depan layar kaca televisi saya menonton dan menyaksikan sebuah acara di salah satu stasiun tv swasta yang sangat membuat hati saya terharu dan menangis acara tersebut bernama “ orang pingiran” kedengaran nya memang sangat aneh bagi sebagian orang yang belum pernah menyaksikan nya .
Bayangkan saja seorang kakek renta yang sudah berumur masih saja bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidupnya ,bayangkan juga seorang anak kecil belia harus mencukupi segala kebutuhan untuk dia bisa bersekolah ketika saya menyaksikan acara itu hati dan perasaan saya menjadi merinding karena melihat tekad yang kuat dari masing – masing anak dan kakek itu dalam menjalani sebuah kehidupan yang sangat berat seperti sekarang ini.
Bagian sebagian orang memang tidak bermakna menonton acara tersebut tapi bagi saya acara tersebut sangat membuat inspirasi semangat saya menjadi bergelora dalam menjalani sebuah kehidupan ini .
Saya sangat tertenggun dan terharu ketika menyaksikan perjuangan kakek yang sudah renta mau mencari uang dari hasil ia menjual balon appolo saya sangat ingat appolo adalah mainan saya ketika masih kecil tepatnya di waktu TK dulu , kakek tadi menjual balon appolo berkisar antara RP.1000 hingga RP.4000 memang bagi segilintir masyarakat mampu uang segitu tidak berharga tapi bagi kakek itu uang segitu sangat berharga , biasa nya kakek itu mendapatkan uang sehari sebesar RP. 30.000 itu juga kalau laku jualan nya kalu sepi ya kakek itu terpaksa harus selalu bersabar . dalam hati dan benak saya berpikir kakek tadi mencari uang dengan bersusah payah kerja keras banting tulang , mengapa pejabat pemerintah kita yang kurupsi yang tidak mau bekerja keras yang ingin nya kaya mendadak dari uang yang tidak halal selau beruntung kehidupan nya ya..
Hati saya sangat miris dan tertegun melihat perjuangan gadis kecil pencari sisa- sisa sampah berserakan di tempat pembuangan sampah , gadis itu sangat hebat di mata saya bayangkan saja dia mencari sisa- sisa plastic atau barang yang tidak terpakai oleh sebagian orang yang mampu, mungkin kita akan terasa sangat jijik dan bau bila mencium sampah itu , ketika menyaksiskan acara itu saya ingin menanggis alangkah hebatnya gadis itu .
Jadi Setelah melihat dan menyaksikan acara tersebut saya termotivasi untuk menjadi lebih baik dalam kehidupan ini, mereka saja bisa bersyukur mengapa kita tidak jadi selagi masih di beri kesehatan yang baik kita harus bisa mengapai sebuah keberhasilan dan kesuksesan.