Tugas 4 softskill bahasa Indonesia 2 ( outline )
NAMA : HERI KURNIAWAN
NPM : 23210252
KELAS : 3EB09
MATA KULIAH : BAHASA INDONESIA 2
Bidang kajian : pemeriksaan akuntansi
Topik : Pengaruh perencanaan audit terhadap prosedur analitis dalam memahami bisnis klien
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Landasan Teori
BAB II PEMBAHASAN
2.1 perencanaan
2.2 menerima klien dan melakukan perencanaan awal audit
2.3 memahami bisnis dan industri klien
2.4 menilai resiko bisnis klien
2.5 melakukan prosedur analitis awal
2.6 bagian bagian perencanaan audit
2.7 prosedur analitis
2.8 jenis prosedur analitis
2.9 rasio keuangan umum
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
3.3 Daftar Pustaka

Pengaruh perencanaan audit terhadap prosedur analitis dalam memahami bisnis klien
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Di era bisnis modern seperti sekarang ini . Perkembangan dunia usaha semakin lama semakin cepat dan sangat bervariasi. Persaingan di industri perusahaan semakin lama semakin meningkat dan kompleks di berbagai aspek dan elemen di bidang industry . Dalam menghadapi persoalan itu semua para pengelola perusahaan tentu nya membutuhkan informasi akuntansi yang kredibel dan valid yang dapat di pertanggung jawabkan kebenaran nya . Sejak itulah profesi akuntan mulai dipertimbangkan keadaannya. Jasa akuntan sangat diperlukan khususnya jasa akuntan publik seperti auditor . mengenai tingkat kelayakan dan keandalan informasi atau laporan keuangan yang dibuat oleh akuntan internal atau akuntan yang ada diperusahaan maka terdapat proses pemeriksaan akuntansi atau audit terlebih dahulu yang dilakukan oleh auditor.
Sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Standar auditing Profesional Akuntan Publik (SPAP), akuntan dituntut untuk dapat menjalankan setiap standar yang ditetapkan oleh SPAP tersebut. Standar-standar tersebut meliputi standar auditing, standar atestasi, standar jasa akuntan dan review, standar jasa konsultasi, dan standar pengendalian mutu. Dalam salah satu SPAP diatas terdapat standar umum yang mengatur tentang keahlian auditor yang independen. Dengan demikian kompartemen akuntan maupun organisasi profesi harus berusaha meningkatkan pemahaman auditor terhadap keahlian audit sehingga pada akhirnya akan berguna dalam pengambilan keputusan , mengembangkan program pelatihan, menetapkan pedoman tarif jasa audit, dan menetapkan prosedur untuk evaluasi. Untuk itu jasa auditor sangat diperlukan dalam perencanaan audit demi peningkatan industri klien .
1.2 TUJUAN
Tujuan penulisan outline ini yaitu agar para pembaca bisa memahami kualitas Auditor dalam memberikan pengaruh yang sangat besar di dalam perencanaan audit dan prosedur analitis dalam peningkatan industry bisnis klien .
1.3 LANDASAN TEORI
Di dalam melakukan prosedur analitis seorang auditor harus selalu memahami pedoman PSA 22 ( SA 39 ) yang berbunyi “ sebagai evaluasi atas laporan keuangan yang di susun dengan mempelajari kemungkinan hubungan – hubungan antara data keuangan dan non keuangan … yang melibatkan perbandingan antara jumlah yang tercatat dengan ekspektasi yang di kembangkan oleh auditor . prosedur analitis mengunakan pedoman ini sangat wajar dalam menentukan apakah saldo akun – akun atau data lainnya di sajikan secara wajar relative terhadap ekspektasi auditor .
BAB II PEMBAHASAN
2.1 PERENCANAAN
Auditor harus melakukan perencanaan kerja yang memadai dan harus melakukan pengawasan secara saksama terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh para asistennya hal ini demi terciptanya lingkungan kerja yang kondusif antara auditor dengan asisten .Terdapat tiga alasan utama mengapa auditor harus melakukan perencanaan penugasan dengan tepat yaitu agar auditor mampu mendapatkan cukup bukti yang memadai sesuai dengan kondisi nya , untuk menjaga supaya biaya audit tetap terjangkau, dan mencegah kesalahpahaman dengan klien. Mendapatkan cukup bahan bukti yang memadai, penting jika kantor akuntan publik ingin meminimalkan kewajiban hukum dan menjaga reputasi dalam komunitas bisnisnya . di dalam perencanaan audit selalu ada risiko yaitu resiko yang dapat diterima ( acceptable audit risk ) dan resiko bawaan ( inherent risk ) . kedua resiko tersebut secara signifikan berpengaruh pada pelaksanaan dan biaya audit.
2.2 MENERIMA KLIEN DAN MELAKUKAN PERENCANAAN AWAL AUDIT
Menentukan klien sangatlah penting dalam perencanaan awal audit , hal ini dimaksudkan demi memahami bisnis klien secara keseluruhan. auditor mengidentifikasikan mengapa klien memerlukan atau menginginkan pengauditan, informasi ini akan mempengaruhi keseluruhan bagian dalam proses perencanaan awal audit . untuk menghindari terjadi nya kesalahpahaman , auditor harus melakukan kerja sama yang baik dengan klien demi terciptan nya lingkungan kerja yang kondusif.
2.3 MEMAHAMI BISNIS DAN INDUSTRI KLIEN
Pemahaman yang menyeluruh terhadap bisnis dan industry klien merupakan hal terpenting untuk melakukan audit yang memadai atas entitas dan lingkungan nya, termasuk pengendalian internalnya . untuk menilai resiko salah saji material dalam laporan keuangan , baik di sebabkan karena kesalahan atau kecurangan dan untuk merancang sifat , waktu dan keluasan prosedur audit yang lebih lanjut .sifat bisnis dan industri klien mempengaruhi resiko bisnis klien dan resiko salah saji material dalam laporan keuangan.hal ini harus di sikapi dengan baik oleh auditor agar auditor dan klien tidak terjadi kesalahpahaman suatu saat nanti.
2.4 MENILAI RESIKO BISNIS KLIEN
Auditor menggunakan pengetahuan yang di dapatnya dari pemahaman strategis atas bisnis dan industri klien untuk menilai resiko bisnis klien yaitu resiko bahwa klien akan gagal mencapai tujuan nya . resiko bisnis klien dapat muncul dari setiap faktor yang mempengaruhi klien dan lingkungannya , seperti kemajuan teknologi baru merusak keunggulan kompetitif klien , atau klien gagal dalam menerapkan strateginya demikian juga para kompetitornya.
Penilaian auditor atas resiko bisnis klien mempertimbangkan industry klien dan factor – factor eksternal lainnya , serta strategi bisnis klien, proses dan faktor – faktor internal lainnya . auditor juga harus mempertimbangkan pengendalian manajemen yang dapat mengurangi resiko seperti praktik – praktik penilaian resiko yang efektif dan tata kelola perusahaan . resiko yang tersisa setelah mempertimbangkan efektivitas pengendalian manajemen puncak terkadang disebut dengan resiko residu . setelah mempertimbangkan resiko bisnis klien , auditor kemudian dapat menilai resiko salah saji material dalam laporan keuangan dan selanjutnya menerapkan model resiko audit untuk menetapkan bahan bukti audit yang tepat .
2.5 MELAKUKAN PROSEDUR ANALITIS AWAL
Auditor melakukan prosedur analitis awal agar dapat memahami dengan lebih baik bisnis klien dan untuk menilai resiko bisnis klien. salah satu prosedur yang di gunakan adalah membandingkan rasio – rasio klien dengan industry atau competitor yang di jadikan acuan untuk memberikan indikasi kinerja perusahaan . pengujian awal tersebut dapat mengungkapkan perubahan – perubahan yang tidak biasa dalam rasio – rasio dibandingkan dengan tahun sebelumnya atau dengan rata- rata industri dan membantu auditor dalam mengidentifikasi kan bagian- bagaian yang mengalami peningkatan resiko salah saji yang membutuhkan perhatian lebih lanjut selama menjalankan pengauditan.
2.6 BAGIAN- BAGIAN PERENCANAAN AUDIT
1. Menetapkan materialitas dan menilai resiko audit yang dapat diterima serta resiko bawaan.
2. Memahami pengendalian internal dan menilai resiko pengendalian.
3. Mendapatkan informasi untuk menilai resiko keuangan
4. Mengembangkan rencana audit dan program audit secara keseluruhan.
2.7 PROSEDUR ANALITIS
Penekanan pada prosedur analitis dalam definisi PSA 32 adalah atas ekspektasi yang di susun oleh auditor , agar prosedur analitis ini menjadi relevan dan andal , auditor dapat menyimpulkn bahwa penjualan yang tercatat telah di sajikan dengan benar , semua penjualan mendapatkan komisi dan bahwa rata- rata tarif komisi aktual dapat dengan segera di tentukan. banyak fase selama penugasan kerja berlangsung yaitu fase perencanaan, pengujian, penyelesaian.
2.8 JENIS PROSEDUR ANALITIS
Kegunaan prosedur analitis sebagai bukti audit sangat bergantung pada pengembangan ekspektasi auditor terhadap berapa saldo suatu akun atau rasio yang seharusnya , tanpa mempertimbangkan jenis prosedur analitis apa yang digunakan . dalam setiap kasus , auditor membandingkan data klien dengan hal – hal berikut :
1. Data industri
2. Data yang sama di periode sebelumnya
3. Hasil ekspektasi yang ditentukan oleh klien
4. Hasil ekspektasi yang ditentukan oleh auditor
5. Ekspektasi hasil dengan menggunakan data nonkeuangan.
2.9 RASIO KEUANGAN
Prosedur analitis auditor sering kali memasukkan rasio – rasio keuangan yang umum selama perencanaan dan pengauditan atas laporan keuangan . rasio – rasio tersebut berguna untuk memahami kejadian – kejadian saat ini dan status keuangan dari bisnis klien serta untuk melihat laporan dari perspektif seorang laporan keuangan.
BAB III PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Dari beberapa urain dan penjelasan di atas dapat di simpulkan bahwa pengaruh seorang auditor sangat besar dalam perencanaan audit di dalam peningkatan industry klien dan untuk menghindari terjadi nya kesalahpahaman , auditor harus melakukan kerja sama yang baik dengan klien demi terciptannya lingkungan kerja yang kondusif.
3.2 SARAN
Setelah membaca outline ini , diharapkan para pembaca mengerti Pengaruh perencanaan audit terhadap prosedur analitis dalam memahami bisnis klien .
3.3 DAFTAR PUSTAKA
Referensi Buku :
Pearson education jassa audit dan assurance, randal j. elder , amir abadi yusuf , Alvin a arens , mark s.beasley
Referensi Internet :
http://nopanuryanto.blogspot.com/2011/01/kerangka-karangan-outline.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Karangan