Tugas 2 Akuntansi International
Analisis Dampak Perubahan Penerapan PSAK No. 16, 46, 50, 55, dan 60 terhadap Laporan Keuangan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk
Nama : HERI KURNIAWAN
NPM : 23210252
Kelas : 4EB09
Tugas : Tugas 2 Akuntansi International “Analisis Dampak Perubahan Penerapan PSAK No. 16, 46, 50, 55, dan 60 terhadap Laporan Keuangan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk”
Dosen : B. Sundari
PSAK No.16 Asset tetap

Efektif pada tanggal 1 januari 2012, Grup menerapkan PSAK no. 16 (Revisi 2011) “Aset Tetap” dan ISAK No. 25 “Hak Atas Tanah”
Asset tetap dipertanggungjawabkan dengan model biaya dan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan (kecuali atas asset tetap tertentu yang telah dinilai kembali pada tahun 1997 dan 2002 sesuai dengan peraturan pemerintah) dan akumulasi penurunan nilai Aset tetap kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method).
Taksiran masa manfaat ekonomis asset tetap adalah sebagai berikut yaitu : Bangunan gedung, Mesin dan peralatan , perabotan kantor, kendaraan , Terminal Aspal curah biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan langsung ke laporan laba rugi konsolidasian pada saat terjadinya. Sedangkan biaya-biaya yang sifatnya meningkatkan kondisi asset secara signfikan di kapitalisasi.Apabila suatu asset tetap tidak lagi digunakan atau dijual, biaya perolehan berikut akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok asset tetap dan keuntungan atau kerugian yang terjadi diperhitungkan dalam laporan laba rugi konsolidasian tahun yang bersangkutan

Dampak penerapan PSAK no.16 (Revisi 2011) dan ISAK No. 25 “Hak Atas Tanah”pada perusahaan yaitu :
Memberikan pengaruh terhadap pelaporan keuangan dan pengungkapan pada pelaporan keuangan perusahaan.

Pengaruh pada laporan keuangan :
Perusahaan mengubah estimasi manfaat, asset tetap dengan mempertimbangkan perubahan kondisi dari aspek biaya pemeliharaan dan perbaikan. Pada Bangunan gedung masa manfaat menjadi 4-20 tahun, Mesin dan peralatan 2-12 tahun, perabotan kantor 4-8 tahun, kendaraan 4-8 tahun serta Terminal Aspal curah 15 tahun. Perubahan estimasi masa manfaat tersebut berdampak pada penurunan beban penyusutan periode berjalan sebesar RP.68.750.196.833

PSAK No. 46 Pajak Penghasilan

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan PSAK No. 46 (Revisi 2010), “Pajak Penghasilan” Grup juga menerapkan ISAK 20 “Pajak Penghasilan – Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Saham”
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung dengan tariff pajak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat asset dan liabilitas dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode liabilitas (liability).
pajak tangguhan dihitung dengan tariff pajak yang berlaku saat ini.saldo rugi fiscal yang dapat dikompensasi diakui sebagai pajak tangguhan apbila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal dimasa mendatang akan memadai untuk dikompensasi.koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan dan banding.
Pada saat keputusan atas keberatan dan banding tersebut telah ditetapkan.penghasilan utama perusahaan merupakan objek final sehingga perusahaan tidak mengakui asset dan liabilitas pajak tangguhan dari perbedaan temporer jumlah tercatat asset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak asset dan liabilitas yang berhubungan dengan penghasilan tersebut .
Dampak penerapan PSAK No. 46 (Revisi 2010) pada perusahaan :

Memberikan pengaruh terhadap pelaporan keuangan .
Pengaruh pada laporan keuangan :
Pada Pajak tangguhan perusahaan membebankan Rp. 10.956.707.528 dan di catat pada laporan laba rugi pada periode 31 desember 2011.

PSAK No. 50, 55, 60 Instrumen Keuangan

Efektif tanggal 1 Januari 2012, Grup menerapkan PSAK 50 (Revisi 2010) (“PSAK 50R”), “Instrumen Keuangan: Penyajian”, PSAK 55 (Revisi 2011) (“PSAK 55R”), “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” dan PSAK 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”.
Mengungkapkan tiga tingkat hirarki pengukuran nilai wajar dan mengharuskan entitas untuk menyediakan pengungkapan tambahan mengenai keandalan pengukuran nilai wajar. Sebagai tambahan standar ini berisi pengungkapan-pengungkapan baru mengenai risiko-risiko dan manajemen resiko dan mensyaratkan entitas pelaporan untuk melaporkan sensitivitas instrument keuangannya terhadap pergerakan risiko-risiko tersebut.

Dampak penerapan PSAK No. 50 (Revisi 2010), PSAK No. 55 (Revisi 2011) yaitu :
Tidak memberikan dampak yang signifikan pada laporan keuangan.

Dampak penerapan PSAK No. 60, yaitu :
Memberikan pengaruh terhadap pelaporan keuangan .
Pengaruh pada laporan keuangan :
1. Risiko tingkat bunga
Pinjaman dengan tingkat suku bunga tetap yang dimiliki perusahaan dicatat pada biaya yang diamortisasi. Hal ini sudah disesuaikan dengan PSAK 60.
2. Estimasi nilai wajar
Nilai tercatat asset dan liabilitas keuangan seperti kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain serta kewajiban keuangan seperti utang usaha, utag lain-lain, beban yang masih harus dibayar, dan provisi sudah mendekati nilai wajarnya karena bersifat jangka pendek. Nilai tercatat pinjaman jangka panjang diestimasi mendekati nilai wajarnya karena suku bunga pinjaman sama dengan suku bunga pinjaman yang berlaku di pasar
Referensi Sumber :
http://staff.blog.ui.ac.id/martani/files/2011/04/ED-PSAK-16.pdf
http://staff.blog.ui.ac.id/martani/files/2011/04/ED-PSAK-46-revisi-2010-Pajak-Penghasilan.pdf
http://staff.blog.ui.ac.id/martani/files/2011/03/PSAK-50-dan-55-overview.pdf
http://staff.blog.ui.ac.id/martani/files/2011/04/ED-PSAK-55-Instrumen-Keuangan-Pengakuan-dan-Pengukuran.pdf
http://staff.blog.ui.ac.id/martani/files/2011/04/ED-PSAK-60-revisi-2010-Instrumen-Keuangan_Pengungkapan.pdf
http://www.idx.co.id/Portals/0/StaticData/ListedCompanies/Corporate_Actions/New_Info_JSX/Jenis_Informasi/01_Laporan_Keuangan/02_Soft_Copy_Laporan_Keuangan/Laporan%20Keuangan%20Tahun%202012/Audit/JKON/JKON_LKT_Des_2012.pdf